Yakni, peristiwa Pertempuran Lima Hari yang terjadi tanpa henti pada 15-19 Oktober 1945.
Dilansir dari kemenparekraf.go.id, pertempuran terjadi antara Angkatan Pemuda Kereta Api (AMKA) dengan prajurit Jepang.
Salah satu pencetus pertempuran ini sendiri adalah tewasnya dr. Kariadi yang merupakan dokter aling andal kala itu.
Akibat dari pertempuran ini, banyak korban jiwa berjatuhan.
Baca Juga: Belum Tersentuh Sepenuhnya, Objek Wisata di Banten Ini Punya Keindahan Bak Surga Tersembunyi
Setelah sempat berpindah-pindah tangan, Gedung Lawang Sewu akhirnya diserahkan ke KAI pada 1994.
Pada 2009, KAI melakukan restorasi hingga kini Gedung Lawang Sewu menjadi cantik kembali dan dijadikan sebagai objek wisata.
Adapun, asal usul nama Lawang Sewu sendiri dikarenakan bangunan ini memiliki banyak pintu.
Baca Juga: Rekomendasi Spot Healing Gratis di Tangerang, HTM Tempat-tempat Wisata Ini Rp0
Dalam bahasa Jawa, lawang berarti pintu, sementara sewu berarti seribu.
Walaupun dijuluki Lawang Sewu, namun pintu di gedung ini tidak mencapai seribu, melainkan hanya ada 928 pintu.
Setelah mengetahui sejarah panjangnya, tak ada salahnya mengunjungi Lawang Sewu yang memiliki arsitektur megah.
Lawang Sewu berada di jantung Kota Semarang, tepatnya di Jl. Pemuda No.160, Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah.