Wisata Sambil Belajar Sejarah di Lawang Sewu, Bangunan Bersejarah di Semarang yang Simpan Cerita Kelam

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Jumat, 18 Agustus 2023 | 14:00 WIB
Lawang Sewu, tempat wisata bersejarah di Semarang (visitjawatengah.jatengprov.go.id)
Lawang Sewu, tempat wisata bersejarah di Semarang (visitjawatengah.jatengprov.go.id)

Yakni, peristiwa Pertempuran Lima Hari yang terjadi tanpa henti pada 15-19 Oktober 1945.

Baca Juga: Ikon Wisata Kelas Dunia Ternyata Ada di Sumba Barat, Peninggalan Budaya Megalitikum Juga Ada di Desa Ini

Dilansir dari kemenparekraf.go.id, pertempuran terjadi antara Angkatan Pemuda Kereta Api (AMKA) dengan prajurit Jepang.

Salah satu pencetus pertempuran ini sendiri adalah tewasnya dr. Kariadi yang merupakan dokter aling andal kala itu.

Akibat dari pertempuran ini, banyak korban jiwa berjatuhan.

Baca Juga: Belum Tersentuh Sepenuhnya, Objek Wisata di Banten Ini Punya Keindahan Bak Surga Tersembunyi

Setelah sempat berpindah-pindah tangan, Gedung Lawang Sewu akhirnya diserahkan ke KAI pada 1994.

Pada 2009, KAI melakukan restorasi hingga kini Gedung Lawang Sewu menjadi cantik kembali dan dijadikan sebagai objek wisata.

Adapun, asal usul nama Lawang Sewu sendiri dikarenakan bangunan ini memiliki banyak pintu.

Baca Juga: Rekomendasi Spot Healing Gratis di Tangerang, HTM Tempat-tempat Wisata Ini Rp0

Dalam bahasa Jawa, lawang berarti pintu, sementara sewu berarti seribu.

Walaupun dijuluki Lawang Sewu, namun pintu di gedung ini tidak mencapai seribu, melainkan hanya ada 928 pintu.

Setelah mengetahui sejarah panjangnya, tak ada salahnya mengunjungi Lawang Sewu yang memiliki arsitektur megah.

Baca Juga: KAI Wisata Buka Kompetisi Desain Logo Hotel Transit Gambir, Ada Hadiah Rp 3 Juta, Ini Syarat dan Ketentuannya

Lawang Sewu berada di jantung Kota Semarang, tepatnya di Jl. Pemuda No.160, Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: visitjawatengah.jatengprov.go.id, Kemenparekraf.go.id, heritage.kai.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini