Kabar BUMN - Kebotakan sering menjadi masalah besar bagi sebagian pria. Selepas umur 30 tahun, sejumlah pria perlahan akan mengalami penipisan rambut sebelum akhirnya menjadi botak.
Kebotakan ini bisa disebabkan faktor genetik, umur dan juga efek sampingan dari penggunaan bermacam obat.
Bagi sejumlah pria, kebotakan sering menjadi masalah besar dan memengaruhi rasa percaya diri.
Baca Juga: Studi Baru: Waspada Dengan Rambut Rontok, Bisa Berkaitan Dengan Penyakit Jantung
Bagusnya, saat ini masalah kebotakan bisa diatasi dengan transplantasi rambut. Sejumlah selebriti pria pun banyak yang sudah melakukannya.
Jika Anda mengalami kebotakan, sebelum memutuskan untuk transplantasi rambut, ketahui dulu apa dan bagaimana prosesnya.
Baca Juga: Tren Grooming Pria Tahun 2023, Perlu untuk Kebersihan dan Estetika
Apa itu transplantasi rambut ?
Transplantasi rambut adalah proses mencangkokkan sejumlah bagian rambut dari satu area kepala ke area kepala yang botak.
Dokter menggunakan folikel dari zona permanen di kulit kepala pasien sendiri. Biasanya folikel ini terdapat pada bagian belakang kepala.
Setelah proses pencangkokan, barulah ditanamkan pada celah-celah kecil dari kulit kepala yang botak.
Baca Juga: Jangan Cuek, Rahasia Perawatan Rambut Pria Ini Membuat Penampilan Lebih 'Cool'
Ada dua proses
Dalam transplantasi rambut ini ada dua jenis proses yang sering dilakukan. Yaitu, FUE (Follicular Unit Excision) dan FUSS (Follicular Unit Strip Surgery). Setiap proses ada pro dan kontranya.
FUSS adalah proses mengeluarkan kulit dari area donor dan menutup area donor dengan jahitan.
Kulit donor ini akan dipisahkan jadi unit folikel kecil yang kemudian akan dimasukan ke dalam kulit kepala yang botak.
Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Rambut Rontok yang Berlebihan, Kenali Juga Penyebabnya