Kabar BUMN - Dalam bekerja, kemampuan multitasking seolah menjadi syarat tak tertulis yang harus dimiliki siapa pun di industri mana pun.
Kemampuan ini menuntut pekerja mengerjakan beberapa tugas sekaligus dalam waktu bersamaan karena dianggap lebih baik bagi perusahaan.
Padahal kemampuan untuk mengerjakan dua tugas atau lebih pada saat bersamaan justru dianggap tidak efektif.
Selain hasil yang diperoleh tidak sempurna, melakukan banyak pekerjaan sekaligus juga membuat kinerja tidak efisien karena membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikannya.
Belum lagi gangguan akan kesehatan. Bekerja secara multitasking akan melepaskan hormon stres dan adrenalin lebih banyak.
Itulah mengapa banyak pekerja multitasking sering kali mengalami kehilangan memori jangka pendek.
Baca Juga: 7 Kemampuan Social Skill yang Penting Dikuasai Demi Kesuksesan Karier
Untuk menghindari dampak buruk multitasking, kini banyak disarankan untuk lebih mengedepankan single tasking.
Konsep ini tentunya terdengar bertentangan dengan tuntutan pekerjaan di masa kini.
Seolah mencoba mengabaikan pekerjaan lain demi berfokus pada satu pekerjaan saja, orang juga bisa dianggap tidak profesional.
Baca Juga: 5 Langkah Memeroleh Kehidupan Seimbang Antara Pekerjaan dan Kehidupan di Luar Kantor
Padahal kenyataannya tidak demikian. Ini tentang menentukan prioritas dari seluruh pekerjaan yang harus diselesaikan dengan hasil yang jauh lebih baik daripada dilakukan secara bersamaan.
Berikut cara melatih bekerja single tasking agar Anda bisa fokus dan tetap “waras” dalam bekerja.