ragam

Wisata ke Kampung Di Atas Awan Wae Rebo, Desa Adat yang Tak Tergoyahkan Dengan Modernisasi

Jumat, 20 Oktober 2023 | 06:30 WIB
Desa Adat Wae Rebo dikelola masyarakat adat ini memiliki hak untuk mengurus wilayahnya sesuai dengan adat istiadat yang berlaku ratusan tahun lalu. (tiket.com)

Sekitar tujuh rumah utama di sini terbuat dari bahan kayu yang merucut dan beratap ayaman ilalang.

Baca Juga: Berencana ke Labuan Bajo? Ini 8 Destinasi Wisata Tercantik yang Wajib Dikunjungi

Rumah utama diberi nama rumah Mbaru Niang, satu rumah adat yang sudah bertahan sejak 19 generasi lamanya.

Terkenal dengan kopi Flores
Selain bentuk rumah, faktor menarik lain dari Desa Adat Wae Rebo adalah kehidupan penduduknya.

Kampung adat ini hanya dihuni 44 kepala keluarga dengan mata pencarian sebagai petani.

Baca Juga: Jangan Takut Semua Serba Mahal, di Labuan Bajo Masih Ada Penginapan Murah dari Rp100 ribu. Ini Rekomendasinya

Hamparan biji kopi Flores yang menjadi komoditas utama penduduk Desa Adat Wae Rebo. (indonesiakaya.com)

Tanaman utamanya kopi, cengkeh dan umbi-umbian.

Sementara salah satu komoditi utama masyarakat Wae Rebo adalah kopi Flores.

Selain itu, mereka juga menjual berbagai souvenir dan kerajinan tangan bagi para pengunjung yang datang.

Baca Juga: Jamkrindo Dorong Literasi Keuangan UMKM di Wilayah Indonesia Timur

Pengunjung pun boleh menginap di desa. Ada dua rumah yang berfungsi sebagai tempat menginap.

Satu rumah menampung 30-35 orang. Untuk menginap harganya sekitar Rp325.000 termasuk 2 kali makan.

Upacara Adat Penti
Waktu terbaik mengunjungi Desa Adat Wae Rebo adalah bulan November, tatkala diadakan upacara adat Penti.

Baca Juga: Dua Kapal Perang Karya PAL Indonesia Diresmikan, Armada Laut Baru Untuk Memperkuat Perairan Indonesia Timur

Halaman:

Tags

Terkini