Sekitar tujuh rumah utama di sini terbuat dari bahan kayu yang merucut dan beratap ayaman ilalang.
Baca Juga: Berencana ke Labuan Bajo? Ini 8 Destinasi Wisata Tercantik yang Wajib Dikunjungi
Rumah utama diberi nama rumah Mbaru Niang, satu rumah adat yang sudah bertahan sejak 19 generasi lamanya.
Terkenal dengan kopi Flores
Selain bentuk rumah, faktor menarik lain dari Desa Adat Wae Rebo adalah kehidupan penduduknya.
Kampung adat ini hanya dihuni 44 kepala keluarga dengan mata pencarian sebagai petani.
Tanaman utamanya kopi, cengkeh dan umbi-umbian.
Sementara salah satu komoditi utama masyarakat Wae Rebo adalah kopi Flores.
Selain itu, mereka juga menjual berbagai souvenir dan kerajinan tangan bagi para pengunjung yang datang.
Baca Juga: Jamkrindo Dorong Literasi Keuangan UMKM di Wilayah Indonesia Timur
Pengunjung pun boleh menginap di desa. Ada dua rumah yang berfungsi sebagai tempat menginap.
Satu rumah menampung 30-35 orang. Untuk menginap harganya sekitar Rp325.000 termasuk 2 kali makan.
Upacara Adat Penti
Waktu terbaik mengunjungi Desa Adat Wae Rebo adalah bulan November, tatkala diadakan upacara adat Penti.
Artikel Terkait
4 Rekomendasi Desa Wisata di Indonesia yang Memenangkan ADWI 2023
Ide Liburan Seru di Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip, Batam
Mampir ke Desa Wisata Silalahi, Pedesaan di Pesisir Danau Toba yang Cantik dan Kaya Budaya
Hutan Bambu di Desa Penglipuran Bali Disulap Jadi Mirip Arashiyama di Jepang
Jalan-Jalan Sambil Belajar Budaya Sumba di Desa Wisata Tebara
Berwisata ke Desa Sawinggrai Raja Ampat yang Memesona, Bisa Berjumpa dengan Burung Cendrawasih yang Cantik