Kabar BUMN - Belakangan ini serial web Indonesia, Gadis Kretek, populer di kalangan masyarakat.
Serial ini diangkat dari sebuah novel karya Ratih Kumala yang terbit pada 2012 lalu.
Dibintangi oleh aktris papan atas, Dian Sastrowardoyo, drama ini berkisah tentang perjalanan penemuan jati diri seorang wanita perajin kretek yang menentang tradisi di industri rokok kretek Indonesia.
Kepopuleran serial Gadis Kretek rupanya membawa inspirasi bagi sebagian kalangan, termasuk Locaahands, sebuah kafe yang berlokasi di Jalan Tunjungan no. 39, Kota Surabaya.
Kafe ini menempati bangunan tua di salah satu sudut kawasan tunjungan, yaitu bekas toko buku yang mendistribusikan buku Belanda pada tahun 1925 silam.
Locaahands menghadirkan paket menu spesial bernama DiLocaalin yang terinspirasi dari serial Gadis Kretek.
Paket menu spesial ini terdiri dari empat hidangan tradisional mulai dari appetizer, menu utama, hingga dessert.
Sebagai hidangan pembuka ada klepon, jajanan yang terbuat dari tepung ketan berbentuk bulat berisi gula merah dan ditaburi parutan kelapa.
Hidangan selanjutnya adalah Kluban, hidangan khas Jawa Tengah mirip dengan urap-urap yang berisi kacang panjang, kubis, taoge, dan sambal rempah.
Kemudian ada Sop Muntilan, nasi dengan topping daging, jeroan, dan sayur yang disiram dengan kuah bening bercita rasa gurih dan segar.
Sebagai hidangan penutup ada Jemunak, yaitu bubur khas Magelang yang terbuat dari ketela, beras ketan, dan gula jawa yang menciptakan rasa gurih dan manis.