Setelah berdiri, Pendapa Ageng Hand Asta Sih terbuat dari 95% kayu jati.
Setiap pilar dihiasi ukiran, dengan bagian bawah terdapat umpak yang terbuat dari batu sungai andesit.
Baca Juga: Healing ke Rambut Monte, Telaga Cantik di Blitar yang Menyimpan Banyak Mitos
Rumah joglo ini dibangun dalam waktu satu tahun, 12 Desember 2019 sampai 12 Desember 2020.
Ada sekitar 110 pekerja yang dipekerjakan untuk menyelesaikannya.
Pemilihan nama Hand Asta Sih dari kata ‘hand’ yang merupakan potongan dari nama Suhandoko.
Sementara Asta Sih berarti bangunan yang didirikan berkat tangan kasih Tuhan.
Baca Juga: Joglo Ageng, Hotel Resort di Guci Tegal yang Tawarkan Budaya dan Warisan Jawa yang Sesungguhnya
Jadi Rest Area
Walaupun rumah joglo ini berada di tanah pribadi milik Suhandoko tetapi terbuka untuk umum.
Tujuan dari mendirikan rumah joglo ini adalah melestarikan kebudayaan Jawa.
Di sisi lain, Suhandoko ingin tempat ini bisa jadi pusat hiburan juga.
Baca Juga: Bikin Perjalanan Makin Menyenangkan, Ini 5 Rest Area Terindah di Jawa Tengah yang Patut Disinggahi
Karena itulah Pendapa Ageng Asta Sih dijadikan rest area sejak tahun 2022.
Kebetulan lokasinya pun strategis, di jalan utama Sregat yang menghubungkan kota Blitar, Kediri, dan Tulungagung.