ragam

Berkunjung ke Museum Tumurun Surakarta, Dukung Pendidikan Seni dengan Koleksi Beragam Karya Seni

Kamis, 11 Januari 2024 | 11:00 WIB
Museum Tumurun (Jennaira)

 

Kabar BUMN - Tumurun Private atau yang lebih dikenal dengan nama Museum Tumurun merupakan museum pribadi milik anak dari pendiri PT. Sritex.

Iwan Kurniawan Lukminto mendirikan Museum Tumurun sebagai bentuk penghormatan kepada ayahnya, HM Lukminto yang merupakan kolektor dan penikmat karya seni.

Museum Tumurun terletak di Jl. Kebangkitan Nasional No.2/4, Sriwedari, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Museum milik anak pendiri pabrik tekstil terbesar di Asia Tenggara ini hadir untuk mendukung pendidikan seni, dengan koleksi karya seni yang beragam mulai dari maestro berpengalaman hingga seniman muda pemula.

Ada banyak karya seni milik para seniman mulai dari Affandi, Hendra Gunawan, Eko Nugroho, Basoeki Abdullah, Raden Saleh, dan Wedhar Riyadi.

Baca Juga: Kepala BPH Migas Apresiasi Keamanan Pasokan Energi Saat Berkunjung ke Pertamina

Museum yang instagrammable ini terdiri dari dua lantai, lantai dasar berisi koleksi contemporary art, lalu di lantai atas untuk koleksi modern art.

Namun akses wisatawan hanya dibatasi di lantai 1 saja.

Di masa serba digital seperti saat ini, Museum Tumurun mendorong pengunjung untuk melihat karya seni dalam bentuk fisiknya, menyegarkan gagasan untuk menikmati seni melalui mata kita sendiri.

Tumurun berasal dari ungkapan “turun temurun” yang berarti mewariskan sesuatu dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Bertindak sebagai lensa ke dalam warisan dan lanskap artistik Indonesia yang dinamis, Museum Tumurun bertujuan untuk mengembangkan dan memajukan pendidikan seni di Solo dan sekitarnya.

Tak hanya itu saja, kehadiran museum ini juga menciptakan diskusi antara seni Indonesia dan internasional sekaligus menjembatani kesenjangan antara generasi yang berbeda.

Museum Tumurun menyelenggarakan pameran khusus dua kali dalam setahun, menampilkan karya seniman dari seluruh dunia.

Halaman:

Tags

Terkini