Pasalnya, nama Sundak diambil karena perkelahian dua hewan, asu (anjing) dan landak.
Baca Juga: Sekolah Energi Berdikari Pertamina Edukasi 4.685 Siswa Kenali Energi Bersih
Perkelahian kedua hewan tersebut bukan perkelahian mitos seperti yang melatari nama Surabaya, melainkan perkelahian ini benar-benar terjadi.
Awalnya, anjing milik penduduk setempat yang bernama Arjasangku sedang berlarian sambil mencari makan di bibir pantai.
Kemudian anjing tersebut menemukan landak di goa yang terbentuk dari batu karang, yang lokasinya tidak jauh dari pantai.
Baca Juga: PT Perikanan Indonesia Torehkan Kinerja Positif Pasca Dua Tahun Merger
Dari sini, terjadilah perkelahian antara kedua hewan tersebut, hingga akhirnya anjing menang dan memangsa landak.
Arjasangku yang melihat anjingnya keluar dari goa dengan membawa potongan tubuh landak segera menghampirinya ke dalam goa.
Selain merasa heran dengan potongan tubuh yang dibawa anjingnya, Arjasangku juga bingung mengapa anjingnya basah kuyup setelah keluar dari goa tersebut.
Baca Juga: Dukung Penyediaan Energi Bersih IKN, PGN Siapkan Jargas Rumah Tangga
Sesampainya di goa, ia tidak menyangka bahwa dirinya menemukan potongan tubuh landak dan sekaligus menemukan mata air.
Kabar penemuan mata air ini pun segera menyebar karena penduduk sekitar Sundak sudah lama hidup dalam kekeringan.
Dan mulai saat itulah nama Wedimbedah berubah menjadi Sundak.
Baca Juga: Cooperative Education Program Angkatan 38 Badak LNG Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Tihi-Tihi
Bagi kamu yang tertarik berkunjung ke Pantai Sundak, jangan ragu-ragu.