Kabar BUMN - Sejak adanya ponsel orang jadi kecanduan berfoto atau swafoto.
Begitu pula saat liburan, sedikit-sedikit swafoto sudah bukan sesuatu yang aneh lagi.
Tidak jarang bisa dapat sebanyak-banyaknya swafoto cantik sering jad tujuan utama liburan itu sendiri.
Untuk mengingatkan, seberapa senangnya melakukan swafoto, jangan sampai melupakan etika.
Baca Juga: Peminat Piknik Aesthetic Perlu Tahu, Begini Cara Membuat Swafoto Bagus Saat Piknik
1. Memotret kemiskinan
Tidak ada satu kota atau negara yang benar-benar sempurna.
Potret kemiskinan pasti dimiliki setiap kota atau negara.
Misalnya adanya pengemis, rumah-rumah kumuh, gelandangan atau peminta-minta.
Baca Juga: Tidak Bisa Sesuka Hati, Ada Etika dan Aturannya Menggunakan Drone Saat Liburan
Sebaiknya jangan pernah melakukan swafoto di kawasan yang memotretkan kemiskinan.
Apalagi bila Anda berpose dengan ekspresi bergembira.
Misalnya memotret bersama pengemis atau di dekat perkampungan kumuh.
Ini sangat tidak manusiawi dan merendahkan orang lain juga.
Baca Juga: Ini Etika yang Harus Dipatuhi Selama Liburan di Jepang Agar Tidak Kena Masalah
2. Jangan lupa minta izin
Orang Indonesia belum terbiasa dengan consent atau kesepakatan bersama.