Zona tengah merupakan pemukiman penduduk, di mana rumah-rumah penduduk dibangun berbanjar di sepanjang jalan utama.
Sedangkan, wilayah paling selatan disebut dengan Nista Mandala, tempat ini adalah zona khusus untuk pemakaman penduduk.
Baca Juga: Keindahan Bawah Laut di Pantai Amed Bali, Surganya Para Pecinta Snorkeling
Seperti desa adat lainnya di Bali, desa Penglipuran juga memiliki ritual keagamaan yang terus dijalankan hingga saat ini.
Salah satu ritual besarnya adalah Ngusaba yang biasa dilakukan untuk menyambut Hari Raya Nyepi.
Bahkan setiap 15 hari sekali, masyarakat di sana juga akan datang ke Pura Penataran untuk bersembahyang.
Ritual ini terus dilakukan karena sudah diajarkan oleh para tetua adat dan merupakan ajaran yang diwariskan oleh para leluhur.
Pesona lain yang ditawarkan oleh Desa Penglipuran adalah sebuah festival budaya yang disebut Penglipuran Village Festival.
Acara ini biasanya diselenggarakan di akhir tahun dengan rangkaian kegiatan yang beragam.
Mulai dari parade pakaian adat Bali, Barong Ngelawang, parade seni budaya, dan berbagai lomba lainnya.
Setiap agenda ini diadakan, biasanya jumlah wisatawan akan membludak untuk menyaksikan berbagai kegiatan yang memamerkan seni dan budaya khas Bali.
Dikutip dari desapenglipuran.com, pengunjung perlu membayar tiket masuk seharga Rp 15 ribu untuk dewasa dan Rp 10 ribu untuk anak-anak di atas 2 tahun.