ragam

Pecinta Kain Tradisional, Ini Desa-desa Penghasil Kain Tenun Bernilai Budaya Tinggi di Indonesia

Kamis, 7 Maret 2024 | 07:00 WIB
Perempuan penenun di Desa Watublapi, Nusa Tenggara Timur. (indonesia.travel)

Desa ini berada di Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah. Jaraknya sekitar 30 menit dari kota Mataram.

Baca Juga: Pantai Telawas, Surga Tersembunyi di Lombok Tengah yang Dijuluki Miniatur Raja Ampat

Di sini pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan kain songket khas Sukarara.

Ciri khas kain tenun Sukarara yakni penggunaan benang emas di antara benang-benang lainnya.

Di desa ini semua perempuan diwajibkan bisa menenun karena ini syarat wajib layak menikah.

Baca Juga: 5 Surga Tersembunyi di Lombok, NTB, Ada Jembatan Kuno hingga Air Terjun Gangga

3. Desa Watublapi
Ini desa tradisional di Nusa Tenggara Timur yang dianggap penghasil tenun ikat terbaik di Indonesia.

Lokasinya di Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka.

Kain yang dibuat masih ditenun dengan cara tradisional.

Baca Juga: Belum Banyak Dijamah Wisatawan, Nikmati Kesegaran Kolam Pribadi nan Biru Jernih di Goa Rangko NTT

Pria menanam kapas lalu mengubahnya jadi benang, sementara perempuan mewarnai benang dan menenunnya.

Hasil tenunan penduduk desa Watublapi sangat cantik.

Mereka menggunakan motif yang melambangkan manusia, binatang dan tumbuhnya.

Semuanya memiliki nilai dan filosofi tersendiri.

Baca Juga: Bukan di Luar Negeri, Bukit Warna-Warni Kelabba Madja yang Jadi Destinasi Surga Tersembunyi Ini Ternyata Ada di Pulau Sabu, NTT

Halaman:

Tags

Terkini