Kabar BUMN - Tidak cuma batik, Indonesia punya koleksi kain tenun tradisional yang indah dan bernilai budaya tinggi.
Kain tenun ini masih dibuat dengan cara tradisional menggunakan mesin pintal dengan tangan.
Proses pembuatan satu kain kadang membutuhkan waktu sampai berbulan-bulan.
Ada sejumlah desa yang bisa dikunjungi untuk melihat proses pembuatan kain tenun dan membeli langsung di sana.
Baca Juga: 5 Kampung Batik di Beberapa Penjuru Pulau Jawa, di Jakarta Juga Ada, Lho
1. Desa Trenganan
Desa Trenganan berada di Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali. Sekitar 2 jam dari Bandara Ngurah Rai.
Tenunan yang dihasilkan desa ini diberi nama kain grinsing.
Di sini pengunjung bisa melihat proses pembuatan kain dari awal.
Mulai dari pemintalan benang, pewarnaan yang dibuat dari tetumbuhan, menggambar motif, sampai penenunan.
Pembuatan satu kain membutuhkan waktu sekitar 1 tahun karena melewati 3 proses pewarnaan.
Semua kain grinsing hanya terdiri atas 3 warna; kuning, merah dan hitam.
Baca Juga: Savana Tianyar di Karangasem Bali, Padang Rumput Luas Secantik di Afrika
2. Desa Sukarara
Lombok merupakan salah satu daerah penghasil kain tenun yang indah dan mengesankan.
Di antara banyak desa yang menghasilkan tenun, Desa Sukarara patut dikunjungi.
Artikel Terkait
UMK Binaan Pertamina Kekean Wastra Gallery Berhasil Membawa Kain Tenun Indonesia Mendunia
Pupuk Indonesia Kenalkan Kain Nusantara Di KTT ASEAN 2023
Tembus Panggung Internasional, UMKM Binaan BNI Sukses Sulap Kain Bekas Jadi Busana Berkelas
Lengkapi Koleksi Kain Nusantara, Batik Sasambo NTB Hadir di Pertamina SMEXPO 2023
Dikelola SIG, Rumah BUMN Rembang Bantu Armida Sukses Promosikan Kain Nusantara