2. Sirup Sarang Sari
Sirup Sarang Sari sudah diproduksi sejak tahun 1934 oleh De Wed Bijlsman.
Kala itu namanya limonadestroop, setelah dinasionalisasi tahun 1959 namanya diubah jadi sirup Sarang Sari.
Logo kemasannya pun diubah. Dari awalnya pria Belanda, gambarnya diubah menjadi penari perempuan Bali.
Baca Juga: Hotel di Solo Ramai-ramai Tawarkan Paket Buka Puasa 'All You Can Eat' Harga Mulai Rp45.000
Keunggulan sirup ini bahan dasarnya terbuat dari gula tebu.
Orang zaman dulu percaya kalau sirup Sarang Sari juga bisa menyembukan penyakit kuning.
Sirup ini memiliki beragam rasa unik, misalnya rasa kurma, nanas, dan fruit punch.
Baca Juga: Menu Sehat yang Wajib Ada Saat Berbuka Puasa, Kembalikan Asupan Nutrisi yang Hilang
3. Sirup Tjampolay
Sirup Tjampolay didirikan tahun 1936 oleh Tan Tjek Tjiuk di Cirebon, Jawa Barat.
Sirup yang namanya diambil dari nama buah ini terkenal di daerah Jawa Barat dan Jakarta.
Sempat henti produksi di 1964, setelah Tan Tjek Tjiuk meninggal. Di 1970-an, Setiawan, anak sang pendiri, melanjutkannya.
Baca Juga: 7 Makanan Ringan untuk Berbuka Puasa di Tengah Perjalanan Pulang
Sirup Tjampolay awalnya hanya punya tiga rasa, rozen rose, asam jeruk, dan nanas.
Setelah tahun 1990-an variannya bertambah, seperti pisang susu, melon, mangga gedong, jeruk nipis, dan kopi moka.
Saat ini sirup Tjampolay banyak dipilih untuk oleh-oleh khas Cirebon.