Kabar BUMN - Kolang-kaling mudah sekali ditemukan di pulau Jawa dan Sumatra.
Teksturnya yang kenyal, membuat kolang-kaling sering dijadikan bahan utama sajian buka puasa.
Di beberapa daerah, olahan kolang-kaling juga disajikan saat hari raya Idul Fitri.
Setiap daerah mempunyai menu kolang-kalingnya tersendiri.
Baca Juga: 6 Macam Menu Berbuka Puasa Lainnya dari Berbagai Daerah di Indonesia
1. Manisan bruluk
Dalam bahasa Betawi, bruluk berarti kolang-kaling.
Bila kebanyakan kolang kaling berwarna putih atau bening, bruluk berwarna-warni.
Warna cerah merah, hijau, dan kuning jadi ciri khas dari karakter budaya Betawi.
Baca Juga: Takjil Langka Khas Betawi yang Banyak Muncul di Bulan Ramadan, Saatnya Diburu!
Bruluk memiliki cita rasa manis karena direndam dalam air gula dan sirup.
Orang sering menikmatinya begitu saja tanpa dicampur apa pun.
Kadang bisa juga dicampurkan pada es selendang mayang dan es buah.
Baca Juga: Unik dan Khas, Berikut Rekomendasi Kue Tradisional Betawi yang Bisa Dijadikan Takjil
2. Es kolang-kaling markisa
Kaya akan markisa, masyarakat Sumatra Utara sering membuat es kolang-kaling markisa.