ragam

5 Fakta Ketupat, Elemen Wajib Hari Raya Idul Fitri, Simbol Keberagaman 

Selasa, 9 April 2024 | 20:30 WIB
Ilustrasi - Ketupat dan asal usulnya (Jennaira)

Setiap sisi dan bentuk ketupat memiliki makna tersendiri, seperti terbukanya pintu ampunan untuk orang lain (lebaran), rezeki melimpah dan bersedekah (luberan), penghapusan dosa (leburan), dan penyucian diri (laburan).

3. Cocok Disantap dengan Berbagai Hidangan

Ketupa digemari karena cocok disantap untuk disantap lauk pauk lainnya.

Tekstunya lembut, tapi tidak lembek.

Rasanya yang tawar cocok menjadi karbohidrat untuk pendamping opor ayam, sambal goreng, gulai, kari ayam, atau semur.

Baca Juga: Waspada Pungli di Tempat Wisata, Berikut 5 Tips Menghindari Praktik Pungutan Liar Saat Libur Lebaran

4. Dibungkus Anyaman Janur

Ketupat biasanya dibungkus oleh janur atau daun kelapa muda yang dirangkai sedemikian rupa.

Proses menganyam janur bukanlah hal yang mudah.

Dibutuhkan ketelitian dan kesabaran yang tinggi untuk membuatnya. 

Anyaman ketupat juga melambangkan keberagaman masyarakat Jawa yang harus diikat bersama agar menjaga tali silaturahmi.

Baca Juga: 5 Kue Tradisional Khas Nusantara yang Selalu Dihidangkan di Hari Raya Idul Fitri

5. Jenisnya Beragam

Di Indonesia, setiap daerah memiliki jenis ketupat yang berbeda-beda.

Beberapa di antaranya ada ketupat glabed, ketupat blegong, ketupat bongko, dan katupek katan kapau.

Bahkan, di Kota Solo, Jawa Tengah, terdapat ketupat cabuk rambak dan di Betawi terdapat ketupat bebanci.

Halaman:

Tags

Terkini