Kabar BUMN - Mudik sudah jadi salah satu tradisi masyarakat Indonesia ketika menyambut hari raya Idul Fitri.
Di tahun ini, dipekirakan sekitar 190 juta penduduk Indonesia melakukan mudik.
Walaupun harus berjibaku di perjalanan, orang tetap saja mudik.
Salah satunya karena sudah menjadi tradisi, tetapi yang utama untuk silaturahmi dengan keluarga.
Baca Juga: Mudik Macet Parah, Apa yang Sebaiknya Dilakukan?
Pulang ke udik
Kata mudik sendiri berasal dari bahasa Melayu.
Artinya berlayar ke udik atau hulu/sungai/pedalaman.
Perlu diketahui pada zaman kebanyakan wilayah perkampungan berada di dekat hulu sungai atau udik.
Sementara orang yang merantau pergi ke kota yang biasanya di dekat hilir sungai.
Kemudian terjadi perubahan makna.
Bila dulu berarti pulang ke hulu sungai atau ke daerah pedalaman, sekarang artinya pulang ke kampung.
Baca Juga: Mudik Aman Pakai Mobil Pribadi, Tips yang Wajib Diikuti Agar Perjalanan Lancar Sampai Tujuan
Sejak zaman Majapahit
Tidak ada catatan pasti, tapi diperkirakan kebiasaan ini sudah sejak zaman Majapahit dan Mataram Islam.
Artikel Terkait
3 Wisata di Pekanbaru yang Direkomendasikan Untuk Liburan Saat Lebaran Nanti, Cocok Untuk Berswafoto
Menyaksikan Aktivitas Vulkanik Lebih Dekat di Kawah Sikidang Dieng, Cocok untuk Destinasi Liburan Lebaran Nanti
CocokĀ untuk Libur Lebaran Bersama Keluarga, Rekomendasi 5 Destinasi Wisata Ambarawa Semarang
Refreshing Sejenak di Curug Cikanteh, Wisata Alam Ini Ternyata Tak Terlalu Jauh dari Jakarta, Bisa Jadi Destinasi Usai Lebaran
Punya Goa-goa Eksotis di Bibir Pantai, Tiket Masuk Pantai Goa Langir Banten Cuma Rp10 Ribu, Bisa Jadi Pilihan Destinasi Pasca Lebaran