Nama Pantai Pasir Perawan ini konon berasal dari sebuah cerita yang tersebar di kalangan penduduk Pulau Pari.
Baca Juga: Pecinta Kopi Merapat, Rekomendasi 5 Toko Kopi Legendaris, Sudah Eksis Sejak Puluhan Tahun Lalu
Pada zaman dahulu kala, terdapat seorang gadis yang jatuh cinta dengan seorang pria yang bekerja sebagai nelayan di Pulau Pari.
Seiring berjalannya waktu keduanya menjadi pasangan bahagia dalam menjalani kisah cinta mereka.
Namun, kebahagiaan sepasang kekasih ini tidaklah lama.
Kisah asmara mereka menjadi sirna saat sang pria memutuskan pergi melaut dan tidak kunjung kembali.
Sang wanita pun setia menunggu kekasihnya datang sampai akhirnya menjumpai ajalnya.
Karena cerita inilah yang membuat penduduk lokal memberi nama pantai ini dengan sebutan Pantai Pasir Perawan.
Pantai Pasir Perawan merupakan pantai buatan yang dibangun swadaya oleh masyarakat atas persetujuan pemerintahan setempat demi menambah dan mempercantik area lokasi pantai ini.
Secara keseluruhan area di pantai ini sudah ada sebelumnya, ditambahkan beberapa spot penarik berikut fasilitas pengunjung pantai sebagai daya tarik.
Satu spot pulau kecil yang unik dengan dibangun gazebo atau saung serta disorot lampu sebagai pemikat juga dibangun diantara pantai Pasir Perawan.
Baca Juga: Masa Angkutan Lebaran 2024 Sudah Melewati Puncaknya, DAMRI Jual 89 Ribu Tiket Lebih
Beberapa permainan seperti ayunan juga ditambahkan di beberapa titik spot pantai Pasir Perawan.
Jika ingin berkunjung ke Pantai Pasir Perawan, kamu bisa menggunakan speed biat dan menempuh waktu kurang lebih dua jam dari Pelabuhan Muara Angke.