Pada satu lubang diisi jasad satu keluarga. Setelah itu ditutup kayu dan diletakkan patung di depannya.
Baca Juga: Tradisi Unik Berbagai Suku di Indonesia yang Masih Dipertahankan
Biasanya tebing batu ini pun berada pada lokasi yang sangat tinggi.
Di percaya semakin tinggi letak makam, semakin dekat pula orang yang dimakamamkan tersebut dengan Tuhan.
Seperti juga ngaben, upacara pemakaman Batu Lemo menjadi salah satu atraksi budaya di Sulawesi Selatan.
3. Waruga
Waruga tradisi pemakaman masyarakat Minahasa.
Ini tradisi membuat makam bagi seseorang yang nantinya digunakan saat mereka meninggal.
Ada pula yang dibuatkan secara gotong royong oleh komunitas masyarat saat seseorang meninggal.
Dipercaya makam harus dibuat seindah mungkin untuk menghormati roh.
Baca Juga: Berhawa Sejuk dan Dikelilingi Pegunungan, Danau Cantik di Minahasa Ini Cocok Jadi Tempat Healing
Pada tradisi ini makam terbuat dari dua batu. Pertama, berbentuk peti, satu lagi seperti limas.
Pada proses pemakaman Waruga, jenazah tidak dibaringkan tetapi dimakamkan pada kondisi meringkuk.
Tradisi waruga sudah jarang dipraktekan.
Karena sebagian besar masyarakat Minahasa menjadi kristen dan memilih penguburuan dengan agamanya.
Baca Juga: Anti Mainstream, Ini Tempat Wisata Indonesia yang Dianggap Sakral. Hati-hati Jangan Sembarangan!