Mengalami renovasi besar-besaran
Sejumlah warisan lama dari bangunan ini masih terjaga, salah satunya tempat berendam, Mocitani no Yu.
Airnya pun tetap menggunakan air dari pengunungan. Konon air ini bisa diminum tanpa dimasak.
Tahun 1997, Nishiyama Onsen Keiunkan alami renovasi besar, tetapi beberapa bagian dipertahankan.
Jumlah kamar pun bertambah menjadi 37 kamar dan diubah menjadi ryokan.
Baca Juga: Tekstur dan Rasanya Berbeda dari Donat Kebanyakan, Ini Tempat Menikmati Donat Lezat di Tokyo, Jepang, Salah Satunya Sedang Viral
Tamu yang menginap di sini benar-benar merasakan suasana tradisional Jepang.
Kamar tidur didesain menggunakan tatami (tikar) dan kasur tipis, tanpa tempat tidur.
Menu yang dihidangkan berdasarkan konsep kaiseki (menu lengkap mewah).
Semua pekerja di sini menggunakan kimono.
Baca Juga: 6 Aktivitas Musim Semi yang Paling Banyak Dilakukan Orang Saat Liburan ke Jepang
Diwariskan selama 52 generasi
Hingga tahun 2017, Nishiyama Onsen Keiunkan dimiliki pewaris Fujiwara Mahito.
Hotel tua ini paling tidak sudah diturunkan hingga generasi ke 52 atau sekitar 1.300 tahun lamanya.
Sayangnya, setelah 2017 tidak ada pewarisnya yang mau melanjutkan. Ryokan ini pun dijual pada pebisnis lain.
Sejumlah renovasi dilakukan dengan tetap menjaga sisa-sisa keaslian bangunan lamanya.
Salah satu renovasi adalah menambahkan onsen pribadi di sejumlah kamar.