Kabar BUMN - Masyarakat Tuban mempunyai banyak destinasi wisata alam andalan, salah satunya Nglirip Waterfall.
Nglirip Waterfall menyimpan legenda yang dipercayai masyarakat sekitar.
Zaman dulu, ada seorang gadis desa yang jatuh cinta dengan Joko Lelono, seorang pangeran, kalangan bangsawan.
Singkat cerita, cinta mereka tidak direstui oleh orangtua Joko Lelono, yang kemudian dia diancam akan dibunuh sang raja jika nekat menikah karena dianggap telah mempermalukan keluarga bangsawan.
Sedih mengetahui kabar sang kekasih sudah tewas dibunuh, dia pun pergi dan akhirnya singgah di sebuah goa, yang ada di samping Air Terjun Nglirip.
Di sana, dia bersemedi sampai akhir hayatnya, dan diketahui jasadnya menghilang (mokso).
Cerita tersebut kemudian menjadi mitos dimana jika ada pasangan kekasih yang main ke Air Terjun Nglirip, maka dalam waktu 40 hari, mereka akan putus.
Mitosnya, gadis desa itu cemburu atau tidak suka kepada pasangan yang bermesraan di tempatnya, yang tak lain wilayah Air Terjun Nglirip.
Di balik mitos legendarisnya, Air Terjun Nglirip menawarkan keindahan alam yang luar biasa.
Berada di dalam hutan lindung krawak, air terjun ini memiliki ketinggian 29 meter dengan kedalaman 30 meter.
Air terjun dengan tebing kapur yang dihiasi pepohonan rindang mengelilingi tebing menjadikannya sebagai lanskap alam yang sempurna.