Kabar BUMN - Setelah musim semi saat sakura bermekaran, masuk Juni, di Jepang sudah terhitung musim panas atau periode obon.
Menurut legenda di Jepang, di periode obon, arwah leluhur kembali ke bumi untuk mengunjungi orang hidup.
Karena itu banyak matsuri (festival tradisional Jepang) di musim panas untuk menghormati arwah leluhur.
Bahkan ada yang sudah masuk sebagai warisan budaya juga.
Baca Juga: 4 Toko Buku di Tokyo, Jepang, yang Direkomendasikan Bagi Pecinta Buku Internasional
1. Gion Matsuri
Gion Matsuri festival paling terkenal di Jepang yang berlangsung selama 2 hari di awal Juli di kota Kyoto.
Digelar sejak tahun 869, awalnya ini penghormatan Kaisar Seiwa kepada dewa yang melindungi Kyoto dari wabah penyakit.
Saat festival, ada parade keliling kota yang melibatkan banyak kendaraan hias, pesta kuliner, dan bazar.
Ditampilkan juga Yamaboko Junko yang beratnya sekitar 12 ton dan digotong 50 orang.
Baca Juga: 5 Gerai Kopi Lokal dengan Nama Besar di Jepang, Nomor 5 Sudah Punya Cabang di Indonesia
2. Sanno Matsuri
Festival musim panas di Tokyo ini hanya dilaksanakan pada tahun genap saja, seperti tahun 2024.
Pusat acara dimulai dari Kuil Hie-jinja, yang dipercaya sebagai fondasi berdirinya kota Tokyo pada zaman Edo.
Sekarang festival ini murni atraksi budaya dan ukurannya diperkecil guna menghindari lalu lintas terganggu.
Dia festival ini sekitar 500 orang mengenakan baju tradisional, memainkan drum, atau menggotong kendaraan hias keliling kota.