ragam

Kerja Sama Pertamina dan Gardu House Hadirkan Art Tunnel di Mandalika

Senin, 21 Maret 2022 | 16:00 WIB

Kabar BUMN -  Dalam rangka event MotoGP 2022, North Tunnel dan South Tunnel di Pertamina Mandalika International Street Circuit yang menjadi penghubung ke arena balap untuk para pengunjung tampak lebih artistik. Terowongan seluas 1.935,1 m2 ini hadir dengan visual art berupa grafiti dan mural karya kolaborasi Gardu House dan Pertamina. Proses kreatif melibatkan 50 seniman visual dari berbagai kota di Indonesia selama 12 jam setiap hari dalam 2 minggu.

Kerja Sama Pertamina dan Gardu House Hadirkan Art Tunnel di Mandalika (Foto: Dok. Pertamina)

Kolaborasi dengan Gardu House, komunitas grafiti terbesar di Asia, bertujuan memberikan pengalaman positif bagi pengunjung dari berbagai belahan dunia. Terutama, bagi mereka yang datang ke Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 18–20 Maret 2022 lalu.

Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, Pertamina mendukung pembuatan art tunnel ini untuk memberikan energi bagi masyarakat NTB dan Indonesia pada umumnya untuk bangkit kembali pasca pandemi. “Hadirnya art tunnel ini juga diharapkan dapat memberikan excitement bagi pengunjung sirkuit dan sebagai bentuk dukungan dan kolaborasi dengan artis-artis baik lokal NTB maupun dari kota-kota lainnya di Indonesia,” jelas Fajriyah.

North Tunnel yang menjadi jalur penonton VIP dikerjakan langsung oleh seniman grafiti terkenal asal Jakarta, Darbotz dan Stereoflow, dengan tema "The Harder The Battle, The Sweeter The Victory". Konsep ini menggambarkan perjuangan para pembalap di Sirkuit Pertamina Mandalika. Maknanya, walaupun semua adalah insan yang kompetitif, hanya beberapa pembalap terbaik yang naik podium dan merasakan the sweetest victory.

-
Kerja Sama Pertamina dan Gardu House Hadirkan Art Tunnel di Mandalika (Foto: Dok. Pertamina)

“Penggarapan yang cukup megah, karena nggak hanya sisi kanan dan kiri saja, tapi juga sisi langit-langitnya. Senang rasanya bisa memberikan bentuk visual yang dinamis. Berharap bisa memberikan suasana ceria dan segar ketika orang-orang melewati tunnel utara ini,” ucap Adi Dharma dari Stereoflow. 

Sementara itu, South Tunnel seluas 731,2 m2 dikerjakan oleh local hero asal Mataram Lombok, Nusa Tenggara Barat, Paerstud. Bersama tim dari 20 orang visual artist dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat, Paerstud mengangkat konsep berjudul "Energizing Mandalika For A Brighter Indonesia".

Objek utama dari visual art yang digambarkan Paerstud dan kawan-kawan adalah Burung Garuda yang bergerak maju ke arah yang lebih baik. Objek ini didukung dua entitas kultural masyarakat Lombok, yakni Terune (laki-laki) yang memainkan gendang Beleq dan Dedare (perempuan) yang menyuguhkan kocor tembikar berisi air bersih. Visualisasi ditambah 6 Sub Holding Pertamina sebagai kolaborator karya yang semuanya dibalut dengan alur garis dan warna yang bermakna energi positif.

“Dengan keterbatasan ruang dan waktu, mahakarya mural Mandalika Art Tunnel ini sukses dikerjakan melalui praktik kerja kolaboratif, yang mengingatkan saya pada budaya gotong royong atau besiru (bahasa sasak). Dimana pada hakikatnya sudah melekat pada kepribadian diri kita, bangsa Indonesia,” jelas Altha Rivan, founder Paerstud.

Lewat kolaborasi Pertamina, Gardu House, Darbotz, Stereoflow dan Paerstud, diharapkan antusias anak muda muncul. Tak hanya untuk menyaksikan atraksi memukau dari deretan pembalap kelas dunia dunia, tapi juga membangkitkan nilai kebanggaan pada seni grafiti dan visual art dalam negeri untuk ekonomi kreatif Indonesia.

“Bangga dan terharu kami diberi kepercayaan dan terlibat langsung untuk memberikan visual yang indah dan keren ini. Sirkuit Mandalika ini sedang menjadi perhatian di mata internasional, dan mungkin di antara sirkuit yang lainya hanya di sirkuit Mandalika ini yang ada sentuhan grafiti dan mural dari seniman lokalnya. Kami berharap hal ini bisa dijadikan untuk berbagi energi positif dengan warna warni visual yang kami berikan dan juga menjadi warna tersendiri yang khas di sirkuit Mandalika,” kata Dado, founder Gardu House.

Terkini