Kabar BUMN - Taman Sari, sebuah kompleks istana air di Yogyakarta, menyimpan pesona sejarah dan keindahan yang tiada duanya.
Dibangun pada masa Sultan Hamengku Buwono I, Taman Sari menjadi saksi bisu kejayaan Keraton Yogyakarta dan menyimpan banyak kisah menarik.
Taman Sari dibangun di atas lahan seluas 2,7 hektar. Tempat ini dulunya merupakan tempat peristirahatan dan hiburan bagi Sultan dan para selirnya.
Keindahan arsitekturnya yang memadukan gaya Eropa, Hindu, Jawa, dan China menjadi daya tarik utama yang memikat wisatawan.
Baca Juga: Digitalisasi dan Riset Teknologi Jadi Kunci Utama Kinerja Positif Pertamina di Tahun 2023
Kolam Pemandian Taman Sari
Salah satu daya tarik utama Taman Sari adalah kolam pemandiannya yang jernih dan dikelilingi tembok-tembok krem gagah.
Usut punya usut, pemandian ini adalah jejak yang digunakan permaisuri dan putra-putri Raja untuk membasuh diri di masa lalu.
Kolam ini dibagi menjadi tiga, yaitu Umbul Kawitan (kolam untuk putra-putri Raja), Umbul Pamuncar (kolam untuk para selir), dan Umbul Panguras (kolam untuk Raja).
Menara Pribadi Sultan
Di sisi lain, terdapat menara pribadi Sultan dengan periuk tempat istri-istri Sultan bercermin, yang masih utuh hingga kini.
Ornamen pada periuk tersebut memberikan kesan glamor pada benda yang berada di samping lemari pakaian Sultan.
Dari atas menara, pemandangan kolam dan seluruh area Taman Sari terlihat jelas. Di sini, Anda bisa membayangkan Sultan menikmati keindahan taman ini sambil merenungkan berbagai hal.