Kabar BUMN - Selain Pasar Beringharjo, orang luar Yogyakarta perlahan mulai mengenal Pasar Pathuk.
Kebanyakan dari orang luar Yogyakarta ini ke Pasar Pathuk untuk mencari kuliner tradisional.
Di Pasar Pathuk sendiri terdapat beberapa kuliner tradisional yang tidak buka cabang di pasar lain.
Baca Juga: Tidak Hanya Pasar Beringharjo, Pasar Tradisional di Yogyakarta Ini Juga Lokasi Tepat Berburu Kuliner
Pasar Pathuk berlokasi di kawasan Pecinan, di jalan Bhayangkara, Ngupasan, Gondomanan.
Buka setiap hari jam 05.00 sampai 17.00 WIB.
Pasar Pathuk paling ramai Minggu pagi karena banyak orang pulang dari gereja menyarap di sini.
Baca Juga: Yuk Cari Jajanan Tradisional Khas Yogyakarta yang Tak Lekang Oleh Waktu dan Masih Terus Diburu
1. Jenang Gempol dan dawet camcau
Jenang gempol perpaduan bubur sumsum gula merah dengan gempol beras yang diberi kuah santan.
Sementara dawet camcau sejenis es cendol yang terbuat dari tepung beras dan cingcau hijau.
Disajikanya ditambahkan siraman gula merah dan kuah santan.
Di Pasar Pathuk, jenang gempol dan dawet camcau dijual di Warung Bu Tum.
Lokasinya mudah ditemukan karena dekat pintu masuk pasar