Air terjun ini sempat viral karena lokasinya yang di tengah perkampungan dan hanya diketahui warga desa saja.
Untuk sampai ke air terjun pengunjung harus melalui jalan setapak.
Dalam bahasa Jawa, selo artinya batu dan resi artinya pertapa.
Air terjun dipercaya dulu jadi tempat petilasan Pangeran Sambernyata atau Mangkunegara.
Tempat ini buka 24 jam dan belum ada tiket masuk.
Baca Juga: Wisata Seru di Kampung Bali Wonogiri: Rasakan Nuansa Pulau Dewata Tanpa Perlu Jauh Pergi
3. Air Terjun Banyunibo
Air Terjun Banyunibo berlokasi di Dusun Batur, Desa Putat, Patuk, Gunungkidul.
Dalam bahasa Jawa banyu artinya air dan nibo artinya jatuh.
Air Terjun ini memiliki tinggi sekitar 30 meter dan dikeliling tebing-tebing tinggi.
Baca Juga: Air Terjun Banyunibo, Wonogiri, Air Terjun Musiman yang Tercipta Setelah Turunnya Hujan
Sementara di bagian bawahnya ada bebatun besar di sekitar tumpahan air terjun.
Menurut penduduk setempat tebing ini terbentuk dari batu-batuan akibat runtuhan gempa bumi tahun 2006.