Kabar BUMN - Pemerintah Belanda memilih Banda Neira menjadi salah satu tempat pengasingan pejuang-pejuang Indonesia.
Banda Neira dipilih karena jauh dari pulau Jawa, sehingga sulit bagi pejuang berhubungan dengan lainnya.
Di Banda Neira ini pernah diasingkan tokoh-tokoh pejuang perintis kemerdekaan Indonesia.
Seperti Moh Hatta, Sutan Sjahrir, Dr Cipto Mangunkusumo, dan Iwa Kusuma Sumantri.
Baca Juga: 4 Tempat Pengasingan Tokoh Nasional di Masa Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
Diasingkan enam tahun
Banda Neira berada di Pulau Neira, bagian dari gugusan Kepulauan Banda, Provinsi Maluku.
Sebelum jadi kota pengasingan, Banda Neira dikenal sebagai lokasi pencarian rempah-rempah.
Banyak rempah dihasilkan dari daerah ini, seperti pala, cengkeh dan banyak lagi.
Hatta dan Sjahrir diasingkan di Banda Neira selama enam tahun, yakni 1936-1942.
Baca Juga: 4 Monumen Ikonik yang Didirikan untuk Mengenang Jasa Pejuang Meraih Kemerdekaan Indonesia
Di Banda Neira, kedua tokoh ini menempati rumah yang berbeda-beda.
Sjahrir menempati rumah bergaya Hindia di jalan Said Tjong Baadillah, kelurahan Nusantara.
Dulunya rumah ini milik perkebunan pala yang sudah lama kosong.
Rumah ini berada di lahan 385 meter persegi dan bangunan 314 meter persegi.
Rumah terdiri atas bangunan utama dengan lima ruangan dan bangunan belakang.