Kabar BUMN - Banyak yang bisa didapati ketika wisata ke Pantai Ngobaran, di Gunungkidul, Yogyakarta.
Selain pemandangan indah, Pantai Ngobaran juga hadirkan kuliner yang unik khas pantai tersebut.
Satu lagi Pantai Ngobaran menyimpan kisah legenda yang masih banyak diceritakan orang.
Tempat membakar diri
Diceritakan zaman dulu terjadi pertempuran antara Kerajaan Demak dan Majapahit Hindu.
Konon Raja Brawijaya V dari Majapahit melarikan diri ke pantai untuk menghindari Raden Patah.
Di pantai ini, Raja Brawijaya melakukan muksa atau pembakaran diri dan menciptakan kobaran api.
Baca Juga: Mudahnya Mendaki Gunung Purba Nglanggeran, Gunungkidul, yang Telah Berusia 60 Juta Tahun
Dari situ juga munculnya nama ngobaran. Dalam bahasa Jawa artinya terbakar.
Untuk mengenangnya, tahun 2003 dibangun pura dan patung Dewa Wisnu yang menunggang Garuda.
Dibangunnya pura membuat Pantai Ngobaran sangat kental dengan nuansa Bali Hindu.
Tak sedikit orang menyebut pantai ini sebagai Bali-nya Pulau Jawa.
Baca Juga: Pantai Sedahan di Gunungkidul, Yogyakarta, Pantai Berpasir Kuning dengan Dua Gerbang Raksasa
Selain pura, di pantai Ngobaran juga dibangun Masjid berukuran 3x4 meter.
Bentuk bangunannya sederhana, lantainya pun masih dari pasir.
Berbeda dengan kebanyakan masjid di Indonesia, masjid ini menghadap ke selatan.