Kabar BUMN - Di Mojokerto terdapat sejumlah peninggalan Kerajaan Majapahit, salah satunya Candi Jolotundo.
Candi Jolotundo masih menjadi satu tempat yang sakral sampai dengan sekarang.
DI Candi Jolotundo juga terdapat kolam pemandian yang mengalir tak henti dan dipercaya berkhasiat.
Jaraknya sekitar 50 kilometer dari Surabaya atau 25 kilometer dari pusat kota Mojokerto.
Baca Juga: 5 Candi Peninggalan Kerajaan Kuno di Jawa Timur, Ukurannya Kecil, Ramping, Penuh Pesona, dan Magis
Candi di atas bukit
Candi Jolotundo berada di barat Bukit Bekel, di kaki gunung Penanggungan di ketinggian 1.653 mdpl.
Untuk mencapainya harus trekking beberapa menit. Jalurnya telah terbentuk dan medannya tidak terlalu berat.
Tersedia pula jalur dengan tangga yang memudahkan orang masuk ke kompleks candi.
Orang bisa datang lewat Dukuh Balekambang, Desa Seloliman, Kabupaten Mojokerto.
Baca Juga: Menikmati Keindahan Alam di Aone Trawas, Mojokerto: Surga Tersembunyi di Kaki Gunung Arjuno
Monumen cinta seorang ayah
Candi Jolotundo berukuran 16,85 x 13,52 meter dan tingginya 5,2 meter.
Candi ini termasuk dalam kawasan Perhutani Pasuruan.
Menurut catatan sejarah Candi Jolotundo dibangun Raja Udayana dari Bali.
Raja Udayana menikahi Putri Guna Priya Dharma dari Jawa dan memiliki anak Airlangga.
Baca Juga: Berusia Ratusan Tahun, Pesona Pohon Akar Seribu di Mojokerto Tak Pernah Pudar
Setelah anaknya lahir sang raja memerintahkan pembangunan Candi Jolotundo.