ragam

Jelajah Kampung Peneleh, Kampung Tertua di Surabaya yang Menyimpan Banyak Kisah dan Sejarah

Rabu, 4 September 2024 | 07:00 WIB
Jalan masuk ke kawasan Kampung Peneleh, Surabaya. (jadesta.kemenparekraf.go.id)

Kabar BUMN - Di Surabaya berdiri perkampungan tradisional yang jadi warisan budaya, Kampung Peneleh.

Kampung Peneleh merupakan kampung tertua di Surabaya, yang sudah berdiri sejak zaman Kerajaan Singosari.

Tercatat, di sekitar abad 14, Sunan Ampel juga pernah menginjakkan kakinya di Kampung Peneleh.

Beberapa jejak sejarah perkembangan Kampung Peneleh di masa lalu masih bertahan sampai sekarang.

Baca Juga: Tempat Makan Legendaris dekat Stasiun Gubeng, Surabaya, Harganya Tidak Lebih dari Rp50.000

1. Masjid Jami Peneleh
Masjid ini didirikan Raden Rahmat atau Sunan Ampel tahun 1421. Arsitekturnya sangat unik.

Di langit-langitnya tertulis nama empat khalifah sekaligus sahabat Nabi Muhammad SAW.

Masjid memiliki 25 ventilasi, 5 jendela, yang bertuliskan nama 25 nabi dan rasul dalam bahasa Arab.

Masjid Jami Peneleh buka 24 jam, di Jalan Peneleh V Nomor 41, Peneleh, Genteng, Surabaya.

Baca Juga: 5 Tempat Instagramable dan Gratis untuk Menikmati Keindahan Kota Surabaya di Malam Hari

Museum HOS Tjokroaminoto dibangun di bekas kediaman tokoh nasional tersebut. (Google/Adiesa Channel)

2. Museum HOS Tjokroaminoto
Museum ini dulunya tempat tinggal pahlawan nasional H.O.S Tjokroaminoto.

Ketika masih hidup, Tjoroaminoto menjadikan rumahnya sebagai tempat kos.

Beberapa tokoh yang pernah tinggal, antara lain Soekarno, Kartosoewirjo, Musso, dan Tan Malaka.

Baca Juga: Telisik Museum HOS Tjokroaminoto, Tokoh Penting Kebangkitan Nasional yang Pernah Menjadi Bapak Kos Presiden Soekarno

Di dalam museum dipajang foto dan tulisan tentang Tjokroaminoto dan Sarekat Dagang Islam.

Museum HOS Tjokroaminoto berada Jalan Peneleh Gang VII Nomor 29-31, Peneleh, Genteng, Surabaya.

Halaman:

Tags

Terkini