ragam

Menu Brunch Tradisional, Populer, dan Populer dari Seluruh Dunia, Jangan Kaget Kalau Makanannya Banyak

Minggu, 6 Oktober 2024 | 08:30 WIB
Brunch ala masyarakat Inggris, sunday roast. (tasteatlas.com)

Kabar BUMN - Malas bangun pagi, tidak sedikit orang yang memilih sarapat telat atau brunch alias breakfast lunch di akhir pekan.

Konsep brunch ini menggabungkan sarapan sekalian dengan makan siang, biasanya antara jam 10.00-13.00.

Tergantung negara dan budayanya, menu brunch ini sangat berbeda-beda.

Bisa sangat mengenyangkan, bisa hanya sekedar untuk mengganjal untuk dilanjut makan siang nantinya.

Baca Juga: 5 Kuliner dari Daging Bebek yang Paling Terkenal di Dunia Versi Taste Atlas, Salah Satunya dari Indonesia

1. Singapura
Menu brunch masyarakat Singapura rata-rata kaya toast atau roti bakar dengan selai serikaya.

Tak lupa ditambah telur setengah matang dan kopi atau teh.

Bisa buat sendiri di rumah, tapi di akhir pekan, masyarakat Singapura banyak yang makan di hawker center atau kopi tiam.

Salah satu kopi tiam yang terkenal dan jadi favorit adalah Ya Kun Kaya Toast dan Killney Kopi Tiam.

Baca Juga: 4 Hawker Center Terkenal di Singapura, Tempat Makan Favoritnya Warga Lokal, Juga Ramai Dikunjungi Turis

Brunch ala Turki atau Kahvalti bisa dibilang makan mewah karena menunya sangat lengkap dan beragam. (haberturk.com)

2. Turki
Kahvalti diambil dari dua kata, kahve yang artinya kopi dan alti yang artinya sebelum.

Terjemahan bebasnya ‘sebelum kopi’ atau bisa diartikan ini hidangan yang dimakan sebelum makan besar.

Sejak zaman kesultanan Ottoman, kopi diposisikan sebagai minuman yang dikonsumsi setelah makan besar.

Halaman:

Tags

Terkini