ragam

Terlempar ke Masa Lalu di Desa Wisata Sade, Desa Adat Suku Sasak yang Berumur 1.500 Tahun

Rabu, 16 Oktober 2024 | 15:30 WIB
Pintu masuk ke Desa Wisata Sade.

Kabar BUMN - Selain keindahan alam, Nusa Tenggara Barat juga hadirkan pesona budaya lokal dengan adanya Desa Wisata Sade.

Bukan sembarang desa wisata, Desa Wisata Sade masih mempertahankan tradisi berusia 1.500 tahun.

Tradisi yang dipegang masyarakat Desa Wisata Sade secara turun-temurun ini adalah tradisi Suku Sasak.

Baca Juga: Maksimalkan Kesempatan Liburan di Lombok. Jelajahi Pantai, Air Terjun, Desa Adat, Sampai Goa Alami

Keadaan desanya pun masih seperti zaman dulu, termasuk rumah adat yang ditempati sehari-hari.

Dipercaya moyang Suku Sasak berasal dari Jawa, yakni Hama Ratu Mas Sang Haji.

Ada juga yang mengatakan, mereka berasal dari Kerajaan Hindu-Buddha pimpinan Raja AA Gede Karangasem.

Ini terlihat dari bentuk rumah penduduknya yang berkonsep tiga tangga.

Baca Juga: 4 Desa Wisata di Lombok dengan Keragaman Budaya dan Kehidupan Masyarakat yang Unik

Rumah dari Bambu
Untuk mencapai Desa Sade sangatlah mudah. Lokasinya tepat disamping jalan raya Praya-Kuta.

Sekitar 30 kilometer dari Kota Mataram atau bila dari Bandara Internasional Lombok sekitar 20 menit saja.

Desa ini mudah dikenali dari kejauhan karena adanya gapura khas berbentuk rumah adat Suku Sasak.

Baca Juga: Air Terjun Benang Kelambu: Pesona Alam Lombok Tengah yang Keunikannya Diakui UNESCO

Luas Desa Wisata Sade yang mencapai 5,5 hektare ini terdiri atas 150 rumah dengan 700 orang warga. (salsawisata.com)

Halaman:

Tags

Terkini