ragam

Tidak Seelit Sekarang, Jalan Dago, Bandung, di Zaman Dulu Justru Dihindari dan Ditakuti Orang

Selasa, 22 Oktober 2024 | 13:00 WIB
Jalan Dago yang rindang dan asri. (instagram/bandung.banget via ayobandung.com)

Jadi kawasan elit
Daerah Dago alami perkembangan ketika Pemerintah Belanda meluaskan wilayah Bandung ke sebelah utara.

Tahun 1905, pembangunan pertama dilakukan Andre van der Brun.

Ia membangun rumah peristirahatan dan juga Dago Thee Huis atau sekarang dikenal dengan nama Dago Tea House.

Baca Juga: Rumah Gantole, Pengalaman Staycation Tak Terlupakan dengan Pemandangan City Light Bandung

Tahun 1910 jalan dari Dago ke Hutan Pakar Ir Juanda dibuka lebar. Dibangun pula waduk air minum.

Belanda menyewa sejumlah arstitektur hebat untuk menata kawasan Dago.

Mulai dari situlah Dago menjadi kawasan elit dengan rumah-rumah pejabat dan kaum elit Belanda dan Eropa.

Baca Juga: Malam di Bandung, Ini Rekomendasi Destinasi Wisata yang Menarik untuk Dikunjungi

Kampus terkenal
Nama Dago juga semakin dikenal karena di daerah ini berdiri kampus Institut Teknologi Bandung (ITB).

Lokasinya di jalan Ganesa, sangat dekat dengan jalan Dago.

Pada masa kemerdekaan berdiri juga Kampus Unpad yang berada di jalan Dipatiukur, dekat persimpangan Dago.

Baca Juga: Dakar, Coffee Shop di Bandung dengan Nuansa Jadul, Nongkrong Berasa di Taman Belakang Rumah

Lalu disusul dengan Kampus UNIKOM dan STKS atau Polteksos.

Banyaknya kampus membuat kawasan Dago jadi tempat kumpul anak muda.

Perlahan mulai muncul restoran dan kafe-kafe.***

Halaman:

Tags

Terkini