ragam

Desa Warna-warni Bekas Pengungsi Perang di Busan, Korea Selatan, Tidak Kalah Unik dari Santorini

Rabu, 6 November 2024 | 15:30 WIB
Gamcheon Culture Village, Busan, Korea Selatan, dulunya distrik pengungsian korban Perang Korea. (yukke.id)

Kabar BUMN - Tidak kalah dari kota lain, Busan juga menghadirkan desa wisata, yakni Gamcheon Culture Village.

Gamcheon Culture Village sajikan suasana kehidupan Korea di masa lampau.

Dengan posisinya yang di atas bukit, dari Gamcheon Culture Village juga bisa melihat pemandangan kota Busan.

Baca Juga: 2 Hari 1 Malam di Busan, Apa Saja yang Mungkin Dijelajahi?

Tempat tinggal pengungsi
Gamcheon Culture Village berada di Gamcheon-dong, distrik Saha, Busan.

Untuk mencapainya bisa menggunakan bus yang berhenti tepat di depan Gamcheon.

Ada banyak petunjuk dalam bahasa Korea dan Inggris yang memudahkan turis atau pendatang.

Pada tahun 1950-an Gamcheon merupakan distrik tempat tinggal pengungsi korban Perang Korea.

Baca Juga: 6 Jajanan khas Busan yang Bisa Ditemukan di Kaki Lima, Didominasi Makanan Hasil Laut

Berasal dari berbagai kota di Korea Selatan, jumlah pengungsi ini mencapai ribuan orang.

Mereka menempati kawasan sempit dan membangun rumah ala kadarnya di atas bukit.

Rumahnya kecil dan saling tumpang tindih di lorong-lorong sempit yang berkelak-kelok.

Baca Juga: Seharian di Busan, Tempat Wisata Ini Mewakili Seluruh Unsur Kota Terbesar Kedua di Korea Selatan Itu

Dalam perkembangannya, kondisi ini menciptakan bentuk jalan seperti labirin yang unik dan cantik.

Disertai warna-warni rumah yang beragam, perkampungan itu justru jadi terlihat estetik.

Halaman:

Tags

Terkini