Aturan dan Etiket Bertingkah Laku di Korea Selatan yang Harus Diketahui dan Terapkan Turis

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 15 September 2024 | 21:00 WIB
Ilustrasi. Saling membungkuk untuk memberi salam menjadi satu tradisi yang begitu lekat dengan masyarakat Korea Selatan. (optilingo.com)
Ilustrasi. Saling membungkuk untuk memberi salam menjadi satu tradisi yang begitu lekat dengan masyarakat Korea Selatan. (optilingo.com)

Kabar BUMN - Lain ladang, lain belalang. Peribahasa ini patut diingat turis yang sedang berada di kota atau negara lain.

Terlebih di negara yang cukup ketat etiketnya, seperti di Korea Selatan.

Meskipun masih sama-sama Asia, di Korea Selatan ada beberapa tradisi dan etiket yang berbeda dengan Indonesia.

Dan tidak melakukan etiket itu bisa dianggap ketidaksopanan parah.

Baca Juga: Jalan-jalan Keliling Korea Selatan dengan Layanan Keretanya yang Terintergrasi, Ini Beberapa Info yang Perlu Diketahui

1. Copot alas kaki
Kebiasaan ini mungkin tidak terlalu sulit untuk dipraktekan karena mirip dengan di Indonesia.

Ketika datang ke tempat bersejarah dan tempat ibadah, lepaskan sepatu atau sandal.

Di beberapa penginapan tradisional pun wajib untuk melepas alas kaki.

Biasanya tersedia sandal rumah khusus yang bisa digunakan pengunjung.

Baca Juga: Jelajah Korea Selatan dengan Haerang Train yang Dulu Rutenya Direncanakan Menuju Beijing Melalui Korea Utara

2. Membungkukkan badan
Membungkukkan badan sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Korea Selatan.

Tradisi ini bahkan lebih penting dari pada bersalaman tangan.

Jangan lupa membungkukkan badan ketika bertemu orang atau masuk ke restoran, toko, dan hotel.

Untuk menunjukkan rasa hormat, bisa sampai 90 derajat, terutama bila berhadapan dengan yang lebih tua.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: viator.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini