Untuk menarik perhatian masyarakat datang ke sini perkampungan ini dirombak habis-habisan.
Baca Juga: Desa Warna-warni Bekas Pengungsi Perang di Busan, Korea Selatan, Tidak Kalah Unik dari Santorini
Sekitar 70 seniman, relawan dan mahasiswa seni mulai menghiasi Ilhwa-dong.
Tidak hanya mencat dinding dan menggambar mural, mereka juga membuat instalasi seni.
Tidak ada satu sudut terlewatkan, mulai dari menghias jalan, sekolah, tempat publik, hingga jembatan penyeberangan.
Restoran, kafe, dan tempat bisnis lainnya didesain estetik sehingga selaras dengan konsep mural village.
Proyek ini menghabiskan waktu sekitar 6 bulan.
Tahun 2013, sejumlah seniman menambahkan lagi hiasan dan instalasi seni yang menambah marak perkampungan.
Sudut cantik
Di Ihwa Mural Village, mural favorit pelancong adalah mural dengan gambar sayap raksasa.
Bila berdiri di dekat dinding tersebut, orang seperti memiliki sayap.
Ada pula tangga cantik yang berhiaskan ikan-ikan koi.