Gua Tabuhan di Desa Wareng menawarkan pengalaman berwisata yang tak biasa. Selain keindahan stalaktit dan stalakmit, batuan di dalam goa ini bisa menghasilkan suara seperti gamelan jika dipukul.
Pengunjung bisa menikmati melodi tradisional yang berasal dari batuan alami di goa ini.
Baca Juga: 5 Cara Melindungi Diri dari Pencurian Data Pribadi yang Semakin Marak Terjadi
Gua Tabuhan juga dikenal sebagai tempat pertapaan Pangeran Diponegoro, menambah nilai sejarah di balik keindahan alamnya.
Wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, sering datang ke sini untuk menyaksikan langsung keunikan dan mendengarkan tabuhan yang merdu.
3. Goa Gong: Indah dan Megah di Asia Tenggara
Baca Juga: Nikmati Kisah Ramayana dalam Pertunjukan Wayang Kulit di Museum Sonobudoyo, Catat Jadwalnya!
Goa Gong berlokasi di Kecamatan Punung dan merupakan salah satu destinasi wisata yang paling populer di Pacitan.
Goa ini disebut-sebut sebagai gua paling indah di Asia Tenggara. Dengan panjang sekitar 256 meter dan tinggi 20-30 meter, Goa Gong memiliki formasi stalaktit dan stalakmit yang terbentuk alami dari marmer, kristal, dan karst.
Uniknya, formasi batuan di dalam goa ini bisa menghasilkan bunyi menyerupai alat musik gong saat terkena pukulan, sesuai dengan namanya.
Baca Juga: Pantai Nemberala, Spot Surfing Mendunia di Ujung Selatan Indonesia dengan Ombak Setinggi 7 Meter
Pacitan benar-benar menjadi tempat yang tepat bagi kamu yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus menambah pengetahuan tentang sejarah dan budaya lokal.
Kunjungan ke gua-gua ini tak hanya menawarkan petualangan, tetapi juga pengalaman yang mendalam tentang keajaiban alam Indonesia.***