ragam

Suka Wisata Sejarah? Ini 6 Destinasi Penuh Jejak Perjuangan Bangsa yang Bisa Kamu Kunjungi di Jakarta

Rabu, 13 November 2024 | 13:00 WIB
Destinasi wisata sejarah di Jakarta, salah satunya Monas. (Unsplash/Affan Fadhlan)

3. Museum Nasional

Dikenal sebagai Museum Gajah, Museum Nasional Indonesia memiliki koleksi budaya yang kaya dan beragam.

Setelah penataan ulang, museum ini kini menampilkan pameran khusus pasca-kebakaran dengan koleksi yang lebih rapi, serta area baru yang memamerkan hasil diplomasi budaya Indonesia sejak 1949.

Baca Juga: Tarif Sky Dining Gondola Ancol Turun, Waktu Tepat untuk Reservasi Sekarang!

Dengan pameran interaktif, kamu bisa merasakan kedekatan dengan ragam suku dan budaya Indonesia.

4. Taman Makam Pahlawan Kalibata

Dengan luas sekitar 24,7 hektar, Taman Makam Pahlawan Kalibata di Jakarta Selatan menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi lebih dari 7.000 pahlawan bangsa.

Baca Juga: Puncak Acara Pertamina Goes to Campus 2024 Segera Digelar di Universitas Mulawarman

Tempat ini tidak hanya sebagai tempat peringatan, tetapi juga sebagai tempat edukatif yang memperkenalkan nilai-nilai perjuangan.

Setiap makam menggambarkan pengorbanan para pahlawan dalam menjaga keutuhan bangsa, dan pengunjung bisa berziarah untuk menghormati jasa mereka.

5. Monumen Pancasila Sakti

Baca Juga: Merencanakan Liburan Sehari di Pacitan, Berikut Tempat-tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi Selama 24 Jam

Monumen Pancasila Sakti, berlokasi di Lubang Buaya, Jakarta Timur, adalah tempat untuk mengenang pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S.

Dibangun pada tahun 1967, monumen ini memiliki sumur tua yang menjadi saksi bisu dari tragedi bangsa.

Bagi kamu yang ingin memahami lebih dalam tentang sejarah kelam ini, kunjungan ke monumen ini bisa memperkuat semangat persatuan dan rasa cinta tanah air.

Baca Juga: Merencanakan Liburan Sehari di Pacitan, Berikut Tempat-tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi Selama 24 Jam

6. Museum Kebangkitan Nasional

Terletak di Jalan Abdul Rachman Saleh, museum ini membawa kita kembali ke tahun 1908, ketika organisasi Budi Utomo lahir dari kalangan pelajar STOVIA.

Museum ini memiliki beberapa area pameran yang menarik, termasuk ruang belajar, ruang asrama, dan alat-alat kedokteran yang digunakan para pelajar saat itu.

Halaman:

Tags

Terkini