ragam

Keharmonisan Manusia dan Alam di Desa Wisata Jatiluwih, Bali, yang Mendapat Penghargaan The Best Tourism Village 2024

Selasa, 19 November 2024 | 08:30 WIB
Areal persawahan terasering di Jatiluwih ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia. (dailyvoyagers.com)

Baca Juga: Menikmati Keunikan Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan di Bantul, Jogja

Sistem pengairan Subak di Desa Wisata Jatiluwih diakui UNESCO sebagai salah satu warisan budaya yang perlu dilindungi. (selingkarwilis.com)

Pilihan wisata berbeda
Di sekitar desa wisata Jatiluwih terdapat sejumlah tempat wisata alam yang indah dan memesona.

Antara lain air terjun Yeh Ho yang memiliki ketinggian 8 meter.

Airnya masih jernih dan lokasinya tersembunyi. Untuk mencapainya harus melalui jalan setapak.

Baca Juga: Hidup Penuh Keindahan di Desa Wisata Ranupani yang Tampilkan Pesona Alam di Kaki Gunung Semeru

Lokasinya di jalan Batu Lueih Kann, Banjar Gunung Sari Umah Kayu, Desa Jatiluwih.

Untuk mencoba kuliner khas Bali di sini, ada Warung Dhea Jatiluwih.

Tempat makan lainnya, Gong Jatiluwih, yang lokasinya di dekat areal sawah.

Di sini juga diselenggarakan cooking class masakan tradisional Bali yang diadakan Klub Terrace Jatiluwih.

Baca Juga: Desa Wisata Brayut: Pesona Pedesaan dan Budaya Unik Jogja yang Cocok untuk Gathering

Tempat ini mengajarkan masak dengan bahan-bahan organik yang ambil langsung dari petani.

Cooking class berlokasi di Banjar Utu, Subak Umedui, Jatiluwih. Biayanya Rp700.000 per orang.

Buka setiap hari. Tiket masuk Desa Wisata Jatiluwih Rp15.000 (dewasa), Rp5.000 (anak-anak).

Fasilitas di desa sudah lengkap mulai dari area parkir, tempat makan, jungle tracking, dan spot berfoto.***

Halaman:

Tags

Terkini