Kabar BUMN - Setelah 10 tahun ditutup, ruang bawah tanah Lawang Sewu kembali dibuka untuk umum.
Tidak sedikit orang yang sudah menantikan ruang bawah tanah Lawang Sewu ini dibuka lagi.
Salah satunya untuk membuktikan sendiri kebenaran kisah horor ruang bawah tanah Lawang Sewu.
Itupun kalau memang betul bernyali karena selama ini baru melihatnya di televisi atau media sosial.
Baca Juga: Saat Main ke Lawang Sewu, Jangan Lupa Ikut Kelas Membatik!
Bekas kantor Badan Perkeretapian Belanda
Lawang Sewu merupakan salah satu tempat wisata populer di Semarang.
Gedung ini dulunya kantor Nederlandsch-Indische Spoorgweg Maatschappij (NIS) atau Badan Perkeretapian Belanda.
Gedung sudah lama diubah menjadi museum dan galeri yang berada di bawah naunga KAI.
Baca Juga: Sambut Libur Nataru, KAI Luncurkan Direct Train Relasi Gambir - Semarang Tawang Bank Jateng PP, Ada Diskon 50%
Banyak orang yang menganggap Lawang Sewu itu horor karena banyak terjadi penampakan.
Salah satu tempat paling mengerikan di gedung yang dibangun 1904 adalah ruang bawah tanahnya.
Di masa penjajahan Jepang, ruang bawah tanah ini berfungsi sebagai tempat tahanan.
Ada tiga jenis ruang penjara di sini. Yaitu penjara berdiri, penjara jongkok, dan ruang penyiksaan.
Baca Juga: Nikmati Soto Lezat di Semarang, 4 Pilihan Tempat Makan Favorit untuk Kamu Coba