Dipercaya air ini berkhasiat juga menyembuhkan penyakit.
Sementara patung Bunda Maria di sini merupakan sumbangan dari Ratu Spanyol.
Baca Juga: Goa Cemara New Year Festival: Meriahkan Malam Tahun Baru di Yogyakarta dengan Kerlap-kerlip Lampion
Batu tempat patung berada pun dibawa langsung pemuda Katolik Indonesia yang berziarah ke Lourdes.
Dari situ pula lahir nama Gua Maria Lourdes Sendangsono.
Arsitektur dari Gua Maria ini bernuansa Jawa atas masukan dari YB Mangunwijaya.
Bahan bangunannya memanfaatkan hasil alam dan ramah lingkungan.
3. Gereja GPIB Marga Mulya
Gereja yang diresmikan pada tahun 1857 merupakan gereja Kristen Protestan tertua di Yogyakarta.
Didirikan pada masa keresidenan CP Brest van Kempen dan dikerjakan JGH van Valette.
Gereja ini dibangun dengan gaya indis, terbagi dalam tiga ruang, yaitu depan, utama, dan pastoria.
Baca Juga: Rekomendasi Bukit di Yogyakarta yang Mudah Dituju dan Dicapai untuk Menyaksikan Matahari Terbit
Gereja ini sempat rusak pada gempa tahun 1867 dan direnovasi dengan bantuan dana dari HB VIII.
Gereja ini sudah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya.
Bentuk bangunan yang cantik sering menarik banyak orang.