4 Wisata Religi di Manado, Satu Tempat Mencerminkan Keragaman Beragama di Indonesia

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 24 Desember 2023 | 10:00 WIB
Gereja Sentrum dibangun tahun 1677 oleh pendeta Belanda yang ditugaskan VOC, Zacharias Coheng.  (wartacelebes.id)
Gereja Sentrum dibangun tahun 1677 oleh pendeta Belanda yang ditugaskan VOC, Zacharias Coheng. (wartacelebes.id)

Kabar BUMN - Mayoritas penduduk kota Manado menganut agama Kristen.

Oleh karenanya, cukup mudah menemukan sejumlah wisata religi Kristen di kota Manado.

Di masa-masa Natal ini tidak ada salahnya berwisata religi di kota Manado. Berikut rekomendasinya.

Baca Juga: Wisata Religi di Larantuka, Flores Timur, Kota yang Dijuluki Kota Bunda Maria

1. Gereja Sentrum
Gereja Sentrum salah satu gereja tertua di Manado.

Gereja ini dibangun tahun 1677 oleh pendeta Belanda yang ditugaskan VOC, Zacharias Coheng.

Awalnya diberi nama Oude Kerk (Gereja Besar), setelah Indonesia merdeka namanya diubah jadi Gereja Sentrum Manado.

Baca Juga: Kampung Natal Saloka, Kampung Khusus di Saloka Theme Park untuk Menyambut Natal dan Tahun Baru 2024

Sampai sekarang gereja ini masih digunakan dan menjadi salah satu situs budaya yang dilindungi juga.

Walau ini masih jadi tempah ibadah tetapi Gereja Sentrum boleh dikunjungi publik.

Gereja Sentrum beralamat di jalan Sarapung, Lawangirung, Kecamatan Wenang, Manado.

Baca Juga: 4 Gereja dengan Nuansa Tradisional Indonesia yang Kental, Ibadah di Sini Jadi Semakin Cinta Tanah Air

2. Bukit Kasih Kanonang
Bukit Kasih Kanonang tidak murni untuk wisata religi Kristen, karena di tempat ini ada lima tempat ibadah.

Yakni, gereja Katolik, gereja Kristen Protestan, masjid, vihara, dan pura Hindu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini