ragam

Jejak Sejarah Barongsai dan Filosofi di Baliknya dalam Perayaan Imlek

Minggu, 26 Januari 2025 | 21:00 WIB
Ilustrasi - Sejarah dan asal usul Barongsai dalam perayaan Imlek. (Freepik)

Kabar BUMN - Setiap perayaan Tahun Baru Imlek, Barongsai selalu menjadi daya tarik utama.

Tarian singa yang penuh warna ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga tradisi yang sarat makna dan sejarah panjang dalam budaya Tionghoa.

Sebagai simbol keberuntungan, kebahagiaan, dan perlindungan, Barongsai telah melampaui sekat budaya dan menjadi bagian dari kekayaan seni dunia.

Baca Juga: Prediksi Jasa Marga: 1,5 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Selama Libur Panjang Isra Mikraj dan Imlek 2025

Barongsai berasal dari Tiongkok kuno dan dipercaya sudah ada sejak lebih dari 1.000 tahun lalu, tepatnya pada masa Dinasti Han.

Legenda menyebutkan bahwa tarian singa ini pertama kali dilakukan untuk mengusir roh jahat yang sering mengganggu desa-desa.

Dengan kostum singa yang megah dan gerakan energik, Barongsai dipercaya mampu menakut-nakuti makhluk jahat dan membawa keberuntungan bagi masyarakat setempat.

Baca Juga: Rayakan Tahun Baru Imlek 2025! Ini Deretan Acara Seru di Mal-mal Jakarta

Kisah lain yang populer adalah tentang seekor makhluk mitologis bernama Nian.

Makhluk ini muncul setiap akhir tahun dan menakut-nakuti warga desa.

Namun, masyarakat menemukan bahwa Nian takut dengan suara keras, cahaya terang, dan warna merah.

Baca Juga: Inspirasi Hampers Imlek untuk Rekan Kerja, Berkesan dan Bermanfaat

Dari sinilah tradisi Barongsai dengan iringan musik tambur dan petasan dimulai.

Barongsai bukan sekadar tontonan; setiap gerakannya memiliki makna simbolis.

Halaman:

Tags

Terkini