Pada saat itu masjid didirikan sebagai tempat berkumpulnya para jawara di Batavia.
Selain menjadi markas perlawanan VOC, juga tempat menyiarkan agama Islam.
Masjid ini pernah direnovasi tahun 1700 oleh Pangeran Sugeri, anak Sultan Banten.
Baca Juga: Serunya Bermain dan Belajar di KidZania Jakarta, Ini Harga Tiket dan Aturan 2025
Masjid Jami Assalafiyah disangga empat tiang terbuat dari kayu jati asli.
Tiang tersebut dihiasi ukiran huruf Arab berbentuk sarang tawon.
Di masjid ini juga terdapat makam Pangeran Jayakarta dan kerabatnya.
Masjid Jami Assalafiyah beralamat di Jatinegara Kaum no 49, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur.
Baca Juga: Tempat Makan Dimsum yang Banyak Direkomendasikan Orang di Jakarta
3. Masjid Al Anwar
Masjid Al Anwar yang berada di kelurahan Angke karena itu lebih dikenal dengan nama Masjid Angke.
Masjid ini memiliki perpaduan berbagai arsitektur, yaitu Bali, Jawa, Belanda dan Tionghoa.
Didirikan 2 April 1961, diduga masjid didirikan sekelompok orang dari Bali.
Dugaan muncul karena sebagian bangunan Masjid Al Anwar bercirikan bangunan Bali.
Baca Juga: Berburu Kuliner Malam Jakarta, Yuk Cobain 5 Street Food Ini
Ada juga yang percaya masjid didirikan perempuan Tionghoa, Tan Nio dan arsiteknya Syaikh Liong Tan.
Selain sentuhan arsitektur Tionghoa, makam Tan Nio pun berada di kompleks masjid.
Saat ini Masjid Al-Anwar terdaftar sebagai cagar budaya nasional yang dilindungi.