ragam

Sekura, Tradisi Lebaran di Lampung untuk Pererat Persaudaraan

Selasa, 25 April 2023 | 14:00 WIB
Sekura, Tradisi Lebaran di Lampung untuk Pererat Persaudaraan

Kabar BUMN - Satu momen Lebaran yang paling ditunggu di Lampung adalah tradisi Sekura. Konon, tradisi Sekura merupakan pentas seni topeng dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur menyambut Hari Raya Idulfitri. Seperti apa keseruan tradisi Sekura di Lampung?

Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi yang berbeda-beda dalam menyambut Hari Raya Idulfitri, termasuk salah satunya di Lampung. Tak hanya makan opor dan bersilaturahmi, ada satu tradisi lebaran unik di Lampung yang rutin digelar untuk merayakan datangnya hari kemenangan, yakni tradisi Sekura. 

Sekura atau pesta topeng rakyat adalah tradisi masyarakat Lampung yang rutin dilakukan menyambut Hari Raya Idulfitri. Pesta Sekura merupakan tradisi atau seni warisan leluhur masyarakat lokal yang sudah dilakukan secara turun-temurun sejak masa kekuasaan Kesultanan Banten. 

Apa Itu Pesta Sekura di Lampung?

Sekura berasal dari kata “sakhuka” yang berarti penutup wajah atau penutup muka. Dengan kata lain, Sekura bisa diartikan sebagai “topeng”. Selama pesta berlangsung, ada dua jenis Sekura atau topeng yang digunakan dalam tradisi tersebut. 

Pertama adalah Sekura Kamak, yaitu penggambaran yang secara fisik terlihat kotor dan tidak rapi. Biasanya, jenis Sekura ini menggunakan topeng terbuat dari kayu, sabut, serta serat dalam buah timput yang sudah tua.

Bahkan, terkadang Sekura Kamak menggunakan sobekan kain untuk menutupi wajah secara menyeluruh. Setelah itu, Sekura ini juga akan dihias dengan pakaian yang berantakan, dengan tambahan potongan ranting di bagian badannya. Dengan kata lain, jenis Sekura ini memperlihatkan sifat buruk.

Sementara itu, jenis Sekura yang kedua adalah Sekura Betik. Bertolak belakang dengan Sekura Kamak, jenis Sekura ini justru memperlihatkan sifat yang baik. Hal ini terlihat dari penggunaan topeng dan pakaian atau kain batik yang rapi dan bersih.

Namun, seiring berjalannya waktu, jenis karakter Sekura semakin bertambah. Beberapa masyarakat menggunakan topeng atau karakter yang menggambarkan watak manusia. Seperti orang tua, perempuan hamil, anak kecil, dan berbagai karakter lainnya yang mewakili kehidupan manusia. 

Makna Tradisi Sekura saat Lebaran di Lampung

Selain sebagai hiburan dan pesta rakyat menyambut Hari Raya Idulfitri, tradisi lebaran di Lampung satu ini ternyata menyimpan banyak makna mendalam. Terutama sebagai bentuk rasa syukur menyambut hari yang suci. 

Tradisi Sekura memiliki makna humanisme yang menunjukkan bahwa manusia memiliki sifat baik dan buruk. Diharapkan, perayaan Sekura dapat “menghapus” perilaku buruk oleh setiap orang. Sehingga, saat memasuki Idulfitri, orang-orang akan kembali bersih dan penuh kebaikan. 

Makna tradisi Sekura saat lebaran di Lampung lainnya adalah mempererat persaudaraan, kebersamaan, dan saling menghargai antar sesama. Pasalnya, selama tradisi Sekura berlangsung, seluruh masyarakat akan saling berbaur satu sama lain; tanpa memandang kaya, miskin, dan status sosial.

Bahkan, makna spiritualisme dalam tradisi Sekura juga sangat kuat. Karena menggunakan topeng, masyarakat akan “dilatih” untuk tidak menilai seseorang dari bagian luarnya. Perayaan ini akan menjadi pengingat bahwa hanya Tuhan yang mengetahui kebaikan dan keburukan setiap orang.

Halaman:

Terkini