ragam

Makna dan Filosofi Rendang Khas Lebaran yang Jarang Diketahui

Rabu, 26 April 2023 | 12:57 WIB
Makna dan Filosofi Rendang Khas Lebaran yang Jarang Diketahui

Kabar BUMN - Selain ketupat dan opor, rendang turut menjadi makanan yang kerap disajikan saat lebaran. Di balik tekstur lembutnya, ada makna dan filosofi rendang yang masih sangat jarang diketahui banyak orang. Mulai dari bahan hingga proses masak rendang, kaya akan makna.

Tak hanya seporsi opor ayam dan ketupat, rendang turut menjadi salah satu makanan wajib saat lebaran. Terbuat dari potongan daging sapi yang dimasak dengan rempah-rempah pilihan, rendang biasanya digunakan sebagai pendamping makan opor ayam agar makin nikmat. 

Namun, siapa sangka, di balik rasanya yang lezat, ada makna dan filosofi dari olahan rendang lebaran. Banyaknya filosofi rendang lebih mengingatkan akan nilai-nilai penting kehidupan.

Menariknya, makna dan filosofi rendang tidak hanya dari metode pembuatannya saja. Tapi, juga berasal dari pemilihan daging sapi, hingga bahan-bahan yang digunakan saat memasak rendang. Lantas, seperti apa makna dan filosofi olahan rendang khas lebaran?

Filosofis Rendang Khas Lebaran 

Bagi orang Minangkabau, rendang bukan hanya sekadar makanan sehari-hari saja. Tapi, juga menjadi bagian dari budaya yang kaya akan filosofi. Itu mengapa, pembuatan rendang tidak boleh sembarangan dan harus bertahap.

Seperti yang kita tahu, rendang menggunakan bahan sapi sebagai bahan utama. Bagi masyarakat Minangkabau, Sumatra Barat, daging sapi melambangkan niniak mamak (orang yang dituakan memiliki peran yang kuat). Dengan kata lain, daging sapi rendang bisa melambangkan rasa cinta sayang orang tua kepada anak dan keponakan. 

Selain dari bahan utama pembuatan rendang. Ternyata, makna filosofi rendang khas lebaran juga berdasarkan bahan baku pembuatannya. Seperti misalnya kelapa, cabai, dan bumbu rempah yang digunakan.

Butuh banyak santan untuk membuat rendang. Selain bikin rendang terasa makin lezat, santan untuk memasak rendang lebaran melambangkan cadiak pandai, atau kaum intelektual di Minang. Artinya, semakin banyak santan yang meresap pada daging rendang dimaknai dengan pemikiran cerdik yang berkontribusi pada kehidupan masyarakat.

Di sisi lain, penggunaan cabai pada olahan rendang lebaran dimaknai sebagai keberadaan Alim Ulama yang tegas di Minangkabau. FYI, Alim Ulama memiliki peran penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang religius. Agar ke depannya menjadi orang yang sopan dan taat akan perintah agama.

Lantas, bagaimana dengan penggunaan rempah-rempah untuk mengolah rendang? Tak hanya membuat masakan terasa semakin sedap, adanya tambahan rempah-rempah pilihan untuk memasak rendang khas lebaran memiliki makna dan filosofi yang mendalam.

Banyaknya rempah-rempah yang digunakan menggambarkan keberagaman kehidupan masyarakat. Bahkan, rempah-rempah yang digunakan juga diibaratkan sebagai pemersatu masyarakat di berbagai daerah.

Pembuatan Rendang Kaya Makna 

Bukan hanya dari bahan-bahan yang digunakan, proses pembuatan rendang juga menyimpan banyak makna dan filosofi mendalam. Salah satu makna rendang adalah melatih kesabaran.

Halaman:

Terkini