ragam

Bukan Wisata dan Jalan, di Tahun 2025 Trennya Orang Liburan untuk Mendapatkan Tidur yang Berkualitas

Minggu, 2 Maret 2025 | 07:00 WIB
Ilustrasi. Sleep tourism orang lakukan untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik demi kesehatan mental dan kualitas hidup secara menyeluruh. (Pexels)

Kabar BUMN - Kalau orang traveling untuk wisata dan jalan-jalan, kini sedang tren sleep tourism atau tidur di tempat liburan.

Orang yang melakukan sleep tourism tidak membutuhkan pemandangan indah atau makanan lezat.

Yang dibutuhkan pelaku sleep tourism adalah tempat untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik.

Diprediksi di 2025 ini sejumlah orang sudah mulai melakukan sleep tourism.

Baca Juga: 4 Tren Traveling Tahun 2025, Ada yang Dimulai di Tahun 2024 dan Masih Berlanjut

Kelelahan mental
Sleep tourism muncul dari kesadaran pentingnya mendapatkan tidur berkualitas.

Dan banyak orang yang saat berada di rumah sulit mendapatkan hal tersebut.

Kadang tidurnya larut, tidak nyenyak, atau pun selalu terbangun tengah malam karena cemas.

Baca Juga: Prediksi Tren Liburan 2025: Destinasi Lokal, Teknologi, dan Wisata Berkelanjutan Jadi Primadona

Untuk itu, tempat liburan yang dicari yang bisa memberikan pengalaman tidur yang lebih baik.

Beberapa orang mengatakan juga, sleep tourisme merupakan antitesis dari tren overtourism.

Setelah pandemi, orang traveling karena merasa bisa memperbaiki mental, semangat, dan fisik.

Tak jarang orang membuat rencana perjalanan yang panjang dan datang ke banyak tempat.

Baca Juga: Negara-negara Asia yang Diprediksi Jadi Tren Liburan 2025 versi Lonely Planet

Ternyata, itinerary yang padat malah membuat orang jadi kelelahan.

Halaman:

Tags

Terkini