ragam

Masjid Agung di Xian City Ini Tampilan Luarnya Seperti Kelenteng, Dipengaruhi Budaya Konfisius, Ajarannya Sunni

Rabu, 19 Maret 2025 | 15:30 WIB
Salah satu sudut di Kompleks Masjid Agung di Muslim Quarter, Xian City, Tiongkok. (Christopher Wilton-Steer)

Kabar BUMN - Di Tiongkok, komunitas muslim terbesar bisa ditemui di Xian City, Provinsi Shaanxi.

Muslim di Xian City keturunan pedagang Arab, Persia, dan Asia Tengah yang datang ke Tiongkok abad ke-7.

Di Xian City, pendatang muslim tersebut membaur dengan warga setempat, dikenal dengan orang Hui.

Mereka juga yang membangun salah satu masjid terbesar di Tiongkok yaitu Masjid Agung Xian.

Baca Juga: Muslim Quarter di Xian City, Kisah dan Sejarah Panjang Perkembangan Agama Islam di Tiongkok

Kombinasi budaya Konfusius
Masjid Agung Xian didirikan sekitar tahun 742 pada masa Dinasti Tang.

Ini merupakan salah satu masjid terbesar era pra modern di Tiongkok.

Sayangnya konstruksi bangunan pertamanya tidak bertahan lama dan perlu dikontruksi ulang di 1384.

Baca Juga: Wisata Kuliner Halal di Muslim Quarter, Xian City, Ada Pengaruh Rasa Arab dan Persia

Dari luar, bangunannya lebih mirip klenteng karena dipengaruhi arsitektur Tiongkok, Buddha, Daoist dan Konfusius.

Pengaruh tersebut terlihat jelas pada bentuk aula Masjid Agung Xian dengan delapan pilar kayu.

Bentuk dan jumlah pilar ini ciri utama dari arsitektur Tiongkok.

Begitu pula bentuk atap yang ujungnya sedikit meruncing. Mirip dengan atap di Forbidden City.

Baca Juga: Fungsinya Sama, Bentuknya Pun Begitu-begitu Saja, Ternyata Sumpit Korea, Tiongkok, dan Jepang Punya Perbedaan

Masjid Agung Xian merupakan salah satu masjid pramodern terbesar di Tiongkok dibangun pada 742 M (langit7.id)

Halaman:

Tags

Terkini