Kabar BUMN - Perayaan Nyepi selalu menjadi momen yang penuh makna bagi umat Hindu di Indonesia.
Salah satu tradisi yang paling menarik perhatian adalah Pawai Ogoh-Ogoh, yang tidak hanya menjadi bagian dari ritual keagamaan, tetapi juga ajang pelestarian budaya.
Di Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) rutin menggelar Pawai Ogoh-Ogoh untuk memperkenalkan kearifan lokal kepada masyarakat luas.
Baca Juga: Cepat Manfaatkan! KAI Logistik Berikan Diskon Pengiriman Motor Hingga 25% di Lebaran 2025
Makna Ogoh-Ogoh dalam Perayaan Nyepi
Ogoh-ogoh merupakan simbol dari sifat negatif yang harus disucikan sebelum memasuki Hari Raya Nyepi.
Bentuknya menyerupai raksasa dengan ekspresi menyeramkan, melambangkan Butha Kala atau roh jahat dalam kepercayaan Hindu.
Pawai Ogoh-Ogoh dilakukan sebagai bagian dari upacara Tawur Kesanga, yang bertujuan untuk mengusir pengaruh buruk agar keseimbangan alam tetap terjaga.
Baca Juga: Simak! Rincian Jadwal Libur Sekolah Lebaran 2025, Sampai Kapan ya?
Selain pawai ogoh-ogoh, terdapat pula tradisi mapeed, yaitu prosesi umat Hindu yang berjalan beriringan sambil membawa sesajen.
Pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan seni khas Bali, seperti tarian rejang dan tari pendet, serta menyaksikan kehadiran tokoh mitologi Bali, Rangda dan Barong.
Tema Pawai Ogoh-Ogoh TMII
Setiap tahun, pawai ini mengangkat tema khusus yang memiliki makna filosofis mendalam.
Salah satu tema yang pernah diusung adalah "Kala Rau", yang menggambarkan pertempuran antara Dewa Wisnu dan siluman Kala Rau.